Category: BNN Today

  • Ditpolairud Polda Sulut Gerak Cepat Padamkan Karhutla di Bitung

    Ditpolairud Polda Sulut Gerak Cepat Padamkan Karhutla di Bitung

    Makassar. Sumber ilustrasi: SHUTTERSTOCK via KOMPAS.com/Andreawan Tarigan
    Ditpolairud Polda Sulut Gerak Cepat Tangani Karhutla di Bitung, Bukti Nyata Kesiapsiagaan di Segala Medan

    Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kota Bitung mendapatkan penanganan cepat dari jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Utara. Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan warga serta kelestarian lingkungan, personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulut terjun langsung ke lokasi untuk memadamkan kobaran api.

    Langkah tanggap darurat ini membuktikan bahwa Ditpolairud Polda Sulut tidak hanya fokus pada pengamanan wilayah perairan dan udara, tetapi juga selalu siaga menghadapi potensi bencana darat saat masyarakat membutuhkan.

     

     

    Ditpolairud Polda Sulut Gerak Cepat Tangani Karhutla di Bitung, Bukti Nyata Kesiapsiagaan di Segala Medan
    Ditpolairud Polda Sulut Gerak Cepat Tangani Karhutla di Bitung, Bukti Nyata Kesiapsiagaan di Segala Medan

     

    Aksi Tanggap dan Sinergi di Lapangan

    Begitu menerima informasi munculnya titik api di Bitung, tim Ditpolairud Polda Sulut langsung bergerak ke titik lokasi kejadian dengan membawa peralatan pemadaman darurat. Di lapangan, para personel bahu-membahu bersama instansi terkait dan warga setempat melakukan tindakan terukur:

    Melokalisasi Area Kebakaran: Membuat sekat bakar darurat untuk memutus perambatan api agar tidak menyebar ke pemukiman warga maupun kawasan hutan sekitar.

    Pemadaman dan Pendinginan Lahan: Memanfaatkan sumber air terdekat serta alat pemadam portabel untuk memadamkan titik api utama hingga bara di area terjal.

    Penyisiran Titik Sekam: Memastikan sisa-sisa asap benar-benar padam guna mengantisipasi potensi timbulnya api susulan akibat tiupan angin kencang.

    Mencegah Dampak Buruk bagi Masyarakat

    Penanganan cepat ini merupakan langkah krusial untuk mencegah dampak kerugian yang lebih luas. Selain merusak ekosistem dan flora-fauna lokal, bahaya asap Karhutla dapat mengganggu kesehatan masyarakat, memicu penyakit saluran pernapasan (ISPA), serta mengganggu aktivitas transportasi darat dan udara.

    Imbauan dan Komitmen Layanan

    Sesuai dengan semangat “Sigap bertindak, hadir untuk masyarakat”, Ditpolairud Polda Sulut juga mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan saat membuka kawasan pertanian atau membuang puntung rokok sembarangan di area kering.

    Melalui kepedulian dan kesiapsiagaan tinggi tanpa memandang batas medan, Ditpolairud Polda Sulut berkomitmen untuk terus menjaga keamanan, kenyamanan, dan kelestarian alam di bumi Nyiur Melambai.

     

  • Luncurkan Gerakan Bang Jasri, Kapolda Metro: Jadikan Kebersihan sebagai Budaya

    Luncurkan Gerakan Bang Jasri, Kapolda Metro: Jadikan Kebersihan sebagai Budaya

    Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri memimpin langsung kegiatan bersih-bersih lingkungan bersama Satgas ASRI ‘Bang Jasri’ (Bhayangkara Jakarta ASRI) di kawasan bawah Tol Sungai Bambu, Jakarta Utara, Kamis (19/2/2026). Aksi ini digelar sebagai bentuk komitmen menghadirkan lingkungan yang bersih dan tertata.

    Sebanyak 650 personel dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari unsur pemerintah daerah, suku dinas, tokoh agama, tokoh masyarakat, rekan media, influencer, serta personel Polri. Personel tampak membersihkan sampah dan merapikan area bawah tol yang sebelumnya terlihat kurang tertata.

     

     

    Kapolda mengatakan kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Menurutnya, gerakan bersih lingkungan harus menjadi budaya dan dilakukan secara berkelanjutan.

    “Ini bukan kegiatan simbolis. Kita ingin membangun budaya bersih yang dimulai dari lingkungan terdekat. Kalau lingkungan bersih, masyarakat juga nyaman,” ujarya di lokasi.

     

     

    Program ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait pentingnya kerja bakti dan membangun budaya kebersihan. Selain itu, Kapolri Listyo Sigit Prabowo juga menekankan bahwa gerakan ASRI harus diwujudkan dalam aksi nyata, bukan sekadar slogan.

    Irjen Pol Asep menegaskan kegiatan ‘Bang Jasri’ akan dilaksanakan secara rutin dan menyasar berbagai lokasi di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Ia berharap setelah dibersihkan, seluruh elemen masyarakat ikut menjaga kebersihan agar Jakarta semakin asri dan nyaman.

  • BNN Bongkar Produksi Narkotika Cair Modus Vape di Apartemen Jaksel

    BNN Bongkar Produksi Narkotika Cair Modus Vape di Apartemen Jaksel

    BNN Bongkar Produksi Narkotika Cair Modus Vape di Apartemen Jaksel

    Badan Narkotika Nasional (BNN) RI membongkar dugaan peredaran narkotika dengan modus cairan vape atau rokok elektrik di sebuah apartemen kawasan Jakarta Selatan. Dalam penggerebekan tersebut, petugas menangkap dua warga negara Malaysia yang diduga terlibat dalam jaringan narkotika lintas negara. Direktur Psikotropika dan Prekursor Deputi Bidang Pemberantasan BNN Aldrin Hutabarat mengatakan,

    pengungkapan kasus ini merupakan hasil penyelidikan selama sekitar satu pekan yang dilakukan bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Baca juga: BNN Gerebek Pabrik Tembakau Sintetis di Tangerang, 3 Orang Ditangkap “Tim BNN maupun tim Bea Cukai melakukan penyelidikan yang kami duga ada seseorang membawa sebuah koper dan ransel. Yang kemarin tepatnya, hari Kamis tanggal 15 Januari 2026, kami ikuti dari bandara Soetta. Dan inipun hasil dari informasi masyarakat juga,” jelas Aldrin saat ditemui di sebuah apartemen kawasan Sudirman, Jumat (16/1/2026). BNN Temukan Sampel Cairan Vape yang Mengandung Narkoba Artikel Kompas.id Aldrin menjelaskan, terduga pelaku yang dibuntuti petugas kemudian menuju salah satu apartemen di Jakarta Selatan. Di lokasi tersebut, petugas mendapati seorang rekan yang telah lebih dulu menunggu. “Suspect atau diduga pelaku ini kita ikuti dan masuk di sebuah salah satu apartemen. Dan ini adalah tempat rumahnya (apartemen). Rupanya di sini ada kawannya yang sudah menunggu, menanti,” tutur Aldrin.

    Menurut Aldrin, kedua terduga pelaku yang berinisial MK dan TKG diketahui telah tinggal di apartemen tersebut sejak 13 Januari 2026. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan produksi dan peredaran narkotika cair. “Dari koper ini kami temukan, ini adalah sebuah cartridges (kartrid) untuk dimasukkan di vape electrik. Itu sebanyak enam bungkus plastik, masing-masing berjumlah 500. Jadi kalau dikali enam, sudah ada di sini 3.000 (kartrid),” jelas Aldrin. Baca juga: BNN Bongkar Narkotika Cair, Penikmat Vape Jadi Sasaran Utama “Nah, ini namanya penutup kartridnya. Ada tiga plastik. Jadi satu plastik ini berjumlah 1.000. Jadi total ada 3.000,” lanjutnya. Selain itu, petugas juga menyita botol kaca berukuran besar yang diduga berisi cairan narkotika yang akan dimasukkan ke dalam rokok elektrik. Aldrin menyebutkan, cairan tersebut diduga mengandung zat etomidate yang termasuk narkotika golongan II sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2025. “Selanjutnya tim kami, termasuk Bea Cukai juga masih ada bersama-sama kami, kami telusuri tempat ini. Khususnya di sana, di tempat dapurnya itu, di bawah wastafel, itu ada laci, ditemukan (cairan),” jelas Aldrin.

    “Tapi isinya ini kami ambil sampel untuk kami uji lab. Jadi tim kami dua orang langsung meluncur ke Puslab BNN di Lido. Jadi ada kurang lebih 10 mililiter kami ambil, ada dua botol. Kami bawa ke sana. Sambil kami menunggu juga,” tambahnya. Lebih lanjut, Aldrin mengungkapkan bahwa kedua pelaku mengaku hanya menjalankan perintah dari seorang bos berinisial A yang juga merupakan warga negara asing. Baca juga: BNN Bongkar Apartemen di Ancol Jadi “Dapur” Racik Narkoba Vape dan Happy Water “Pelaku ini adalah Warga Negara Asing dan dia membawa ini atas perintah dari bosnya. Jadi ini yang tanggal 13 juga punya bos juga inisial A, yang satu juga (inisial A). Siapa A ini, masih kita akan mendalami setelah kita tuangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan,” jelas Aldrin. Saat ini, BNN masih mendalami peran masing-masing pelaku serta menelusuri kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas dalam kasus tersebut.